Memuat Tanggal...
Memuat...

Mengurai Benang Kusut Mitos Karbohidrat: Beralih ke Karbohidrat Kompleks untuk Energi Optimal


JAKARTA
– Reputasi karbohidrat dalam dunia diet sering kali disalahpahami, di mana nutrisi makro ini kerap dituding sebagai biang keladi utama dari penambahan berat badan. Pakar gizi klinis meluruskan miskonsepsi ini dengan menegaskan bahwa tidak semua karbohidrat diciptakan sama. Menghindari karbohidrat secara total justru dapat merampas sumber energi utama bagi fungsi otak dan otot.

Kunci dari pola makan sehat terletak pada kemampuan membedakan antara karbohidrat olahan (sederhana) dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana seperti tepung putih, gula pasir, dan roti putih memang memicu lonjakan gula darah yang cepat dan berujung pada penumpukan lemak. Sebaliknya, karbohidrat kompleks seperti ubi jalar, beras merah, oatmeal, dan biji-bijian utuh kaya akan serat makanan yang memperlambat pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Edukasi nutrisi kini difokuskan untuk mengajak masyarakat tidak lagi fobia terhadap karbohidrat, melainkan lebih cerdas dalam memilih jenis dan porsinya. Dengan mengintegrasikan karbohidrat kompleks ke dalam menu harian, kadar gula darah akan menjadi lebih stabil, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan fokus dan produktivitas harian tanpa risiko obesitas.